21 Sep 2011

Be Positive


       Sikap atau dalam bahasa Inggrisnya attitude diyakini merupakan modal utama kesuksesan seseorang.William Clement Stone (4 Mei 1902 - 3 September 2002), seorang pengusaha sukses dan penulis buku pengembangan diri mengatakan bahwa " There is little difference in people, but that little difference makes a big difference. The little difference is attitude. The big difference is whether it is positive or negative." (Ada sedikit perbedaan pada manusia, tetapi perbedaan kecil ini menyebabkan perbedaan yang besar. Perbedaan kecil itu adalah sikap.Perbedaan besarnya adalah apakah sikap ini positif atau negative.) Orang yang mempunyai sikap positif cenderung orangnya antusias dan selalu optimis, sebaliknya orang yang selalu bersikap negatif cenderung kurang antusias dan menjadi pesimis.
Suatu penelitian di Universitas Standford, menyimpulkan bahwa kesuksesan ditentukan oleh 87.5% attutude atau sikap dan hanya 12.5% karena kemampuan akademik seseorang. Jadi jika anda mempunyai kemampuan akademik rata-rata janganlah kecewa hati. Demikian pula jika tindakan pendidikan anda saat ini belum optimal, jangan merasa takut tidak akan sukses karena kesuksesan lebih ditentukan oleh sikap.

Positif vs Pesimis

        Sikap Optimis vs Pesimis
Dalam kehidupan di sekitar kita selalu terdapat orang-orang yang pesimis dan orang-orang yang optimis. Biasanya mayoritas orang adalah pesimis.
Kata-kata yang sering diucapkan orang pesimis adalah :
-Ah, saya nggak mampu ...
-Nggak berani ah mencoba tantangan itu ....
Sementara orang-orang optimis akan selalu mengatakan :
-Saya siap menerima tantangan apa pun yang diberikan!
-Saya harus sukses!
       Orang-orang pesimis akan menutup mata jika melihat ada setitik cahaya di dalam kegelapan, sementara orang-orang optimis akan membuat cahaya tersebut menerangi kegelapannya. Coba amati ikan di lautan. Mereka hidup di lingkungan perairan asin. Namun jika kita memakan dagingnya maka rasa dangingnya akan tetap tawar. Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini? Meskipun lingkungan kita selalu pesimis, bukan berarti kita harus menjadi orang pesimis juga. Justru kesempatan buat kita untuk memberi contoh yang baik menjadi manusia yang optimis.
       Gill Stern mengatakan bahwa "Both optimists and pessimists contribute to our society. The optimist invents the airplane and the pessimist the parachute." (Baik sikap optimis maupun pesimis sama-sama berkontribusi dalam kehisupan kita. Orang yang optimis menemukan pesawat udara, sementara yang pesimis dengan parasut).
       Henry Truman mengatakan bahwa "A pessimist is one who makes difficulties of his opportunities and an optimist is one who makes opportunities of his difficulties." (Orang yang pesimis adalah orang yang membuat kesulitan pada kesempatan yang dia peroleh, sementara orang optimis adalah orang yang membuat kesempatan di tengah kesulitan yang dihadapi.)
        Bayangkan jika anda seorang dokter yang sedang menangani pasien yang sakit parah. Ada 2 sikap yang bisa lakukan yaitu :
-Memberi tahu pasien kalau penyakitnya sudah kronis dan percuma untuk diobati karena hanya menghambur-hamburkan biaya dan lebih baik pasien tinggal di rumah saja atau :
-Mengatakan kepada pasien bahwa penyakitnya bisa disembuhkan, hanya berilah kepercayaan kepada dokter untuk menanganinya
Sikap mana yang anda ambil? Mengapa? Inilah terkadang "berbohong yang baik" juga diperlukan. Jika pasien diberitahu kalau penyakitnya bisa disembuhkan maka pasien akan mempunyai semangat hidup lebih tinggi. Semangat hidup yang tinggi sudah 50% menyembuhkan penyakit tersebut. Apakah anda setuju?
       So, stay in positive. The positive one can be started from ourself then apply it in daily life. One of key for motivated is Do what you can, for who you can, with what you have, and everywhere you are.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar